DAMPAK KEBIJAKAN TARIF TRUMP TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA

Jember - Kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) yakni Donald Trump, selama masa jabatannya telah meninggalkan dampak yang signifikan terhadap perekonomian domestik dan global. Kebijakan tersebut, yang dikenal sebagai bagian dari "perang dagang" yang memicu ketegangan perdagangan internasional dan menimbulkan efek domino di berbagai sektor.
Sedangkan, indonesia mendapatkan biaya sebesar 32% dari kebijakan tersebut, ini yang menjadi problem sehingga nantinya berpotensi menurunkan nilai ekspor Indonesia ke AS secara signifikan.

Mustofa selaku akademisi mengatakan bahwa "Yang jelas dampak tarif Trump itu yang pertama ekonomi dunia akan berkontraksi, yang kedua di tengah penundaan itu ternyata ditunda kecuali untuk negara-negara yang resiprokal yang artinya membalas dengan tarif dan tidak minta negosiasi, maka itu pasti akan terjadi perang dagang secara langsung, yang terakhir Cina dikenakan tarif sebesar 245% Ini sudah terjadi perang dagang kalau Indonesia dan beberapa negara ASEAN itu masih minta negosiasi. Maka akan kita lihat hasil akhirnya kalau tidak ada negosiasi maka akan terjadi perang dagang sebenarnya antara Amerika dan Cina".

Tarif tinggi menyebabkan produk ekspor Indonesia, seperti pakaian rajutan, alas kaki, serta karet menjadi lebih mahal di pasar AS. Akibatnya, permintaan terhadap produk-produk ini menurun, terutama karena AS menyerap lebih dari 50% ekspor Indonesia di sektor-sektor tersebut. Sehingga, indonesia akan menghadapi risiko pemutusan hubungan kerja akibat menurunnya permintaan ekspor.

"Kalau barang Cina tidak bisa masuk ke Amerika maka dikirim ke Indonesia, barang dari Cina semakin murah, Tapi persoalannya daya saing barang-barang dan jasa dari Indonesia akan kalah saing. Karena ekonomi Cina itu sudah efisien, sudah tertata hulu hilirnya. Misal pabrik kain itu dekat dengan kebun kapas, sehingga murah dan regulasi pemerintahan di sana tegas". Ujar Mustofa

"Kalau harga murah, cuma persoalannya domain efeknya adalah produk Indonesia akan kalah bersaing. Ketika produk Indonesia kalah bersaing, pabriknya tutup dan rakyatnya banyak yang nganggur". Jelasnya

Meskipun kebijakan tarif Trump tidak secara langsung menargetkan Indonesia, dampak tidak langsung melalui perubahan pola perdagangan dan investasi global tetap terasa. Ke depan, Indonesia perlu memperkuat daya saing dan reformasi struktural agar lebih siap menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Pemerintah hari ini akan menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan perlindungan industri lokal dengan kebutuhan kerja sama perdagangan global. Kebijakan perdagangan ini kini menjadi pelajaran penting dalam merumuskan strategi ekonomi yang lebih berkelanjutan dan kolaboratif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banyak Mahasiswa yang Tidak Lolos KIP-K Rektor ITS Mandala Berikan Solusi Apa Saja?

Resmi Menjadi ITS, Mandala Ingin Membangun Lembaga yang Lebih Besar

1453 M angka keramat penaklukan kota konstantinopel oleh anak berusia 21 tahun, Sultan Muhammad Al Fatih.